Bahagia?
Apa kata lain yang berarti
sama dengan bahagia?
Perasaan seperti apa bahagia,
aku lupa.
Aku terlalu lelah dijadikan
kambing hitam, kau tau rasanya disalahkan? ah, anak-anak seumur kita sudah
pasti merasakan kekecewaan terhadap sesuatu yang tak berjalan sesuai impian.
kita memang punya jalan hidup
sendiri, beberapa diantara kita berhasil melewati semuanya tanpa rintangan yang
berarti, tapi beberapa yang lain bahkan sampai terpuruk dan tak bisa kembali
bangkit.
kita merasa pendapat kita
adalah yang terbaik, kita sudah memikirkannya masak-masak, tapi tetap saja,
suara kita hanyalah suara anak remaja yang tidak memperhitungkan sesuatu dengan
baik, tidak pernah didengar, dan selalu diabaikan.
Untuk apa kita membuat planning
masa depan?
Untuk apa kita menulis bucket
list diawal tahun?
Untuk mengingatkan kita akan
tujuan hidup?
Untuk menyapa kita dipagi
hari tentang mimpi-mimpi masa kecil kita?
Atau hanya untuk menambah
penyesalan kita?
Kenyataan yang terjadi dalam
hidup ini memang tidak semanis yang siapapun kira, termasuk aku dan dirimu.
Kita dipaksa mendengar sesuatu yang seharusnya tidak kita dengar, kita dipaksa
melihat sesuatu yang seharusnya tidak kita lihat, dan kita dipaksa melakukan
sesuatu yang seharusnya tidak kita lakukan. Tidak ada alasan untuk kita. Kita
adalah yang paling tegar diantara yang lain.
Kelelahan yang kita rasakan
memang tidak berujung, kemanapun itu, kita selalu dihadapkan pada persoalan
sepele yang dibesar-besarkan hanya untuk menyalahkan kita. Balas berteriak?
Tidak. Itu sama sekali tidak ada gunanya. Bukankah kita punya cara
masing-masing untuk mengenyahkan rasa sesak yang kadang menghampiri, rasa
sendiri yang sering menyelimuti, dan rasa takut yang menjalar tanpa gentar.
Ya kita punya cara.
Seharusnya mereka tidak menghentikan kita. Atau kadang beberapa dari kita, yang
tak bisa berpikir bahwa dirinya memiliki pilihan lain yang akhirnya malah jatuh
pada keyakinan mengerikan, melawan jalan hidupnya dan mengubur hidup-hidup
mimpi yang pernah ada dihatinya. Seharusnya jangan ada yang menghentikan kita
mewarnai dunia dengan jalan kita sendiri. Seharusnya.
Ini tentang hidupku dan
hidupmu, hidup mereka, kalian, dia dan semua yang mempunyai sisi abu-abu dalam
hatinya, yang hidup dalam ketidak jelasan, yang hidup dengan penyesalan luar
biasa pada hatinya.
Ini teriakan hati anak kecil
diakhir remajanya, dimana ada lubang besar tak terlihat yang sulit ditutup.
Siapapun tidak akan pernah tau, sesulit apa hidup yang kita jalani, seberapa
berat beban harapan yang kita pikul di bahu rapuh kita, seberapa tipis
keyakinan yang kita coba pertahankan.
Pada akhirnya, jangan
salahkan kami atas ketidak berhasilan kami, jangan salahkan jalan yang kami
tempuh, jangan salahkan kami atas kegagalan yang pernah kami terima, apapun
alasannya. Karena kami telah memberanikan diri untuk mencoba. Tuntun saja kami
dari jauh, kami bukan lagi anak kecil yang selalu ingin ditatih. Nyanyikan nada
berirama sehingga kami tau kemana harus keluar dari belenggu penyesalan ini.
Hargai hidup kami, jalan kami, dan semangat kami. Karena kami, adalah yang
paling tegar diantara yang lain.
Kebumen, 12 Juni 2015
WITH LOVE
